Sunday, June 19, 2016

Diet ala Thalita Latief Turun 20kg



Guna menunjang penampilan, bentuk badan ideal dan proporsional menjadi suatu keharusan yang wajib dimiliki para artis di Indonesia. Termasuk artis dan presenter cantik Thalita Latief yang akan membagikan sedikit pengalamannya dalam menurunkan berat badan 20 kg lebih setelah ia melahirkan anaknya. Seperti yang telah dialami Thalita, semenjak ia melahirkan anaknya, bobotnya naik 30 kg. Kesibukan mengurus anak juga membuat ia tidak sempat memperhatikan bentuk tubuhnya.

Baca juga :
Kembalinya ke aktifitas sebagai artis dan presenter membuat Thalita Latief harus menurunkan berat badannya. Tentu saja agar penampilan sebagai publik figur terlihat menarik. Hal ini juga merupakan tuntutan sebagai presenter yang harus dilakoninya, tampil cantik dan menarik tentunya membuat para penonton betah menyaksikan acara yang dibawakannya.
Dennis Rizky sang suami yang merupakan anggota dari band Lyla juga mendukung penuh istrinya untuk menurunkan berat badan. Sebelum menurunkan bobot tubuhnya, Thalita Latief telah mengetahui beberapa tips bagaimana cara menurunkan berat badan secara sehat, cepat dan aman dengan menjaga pola makan yang sehat juga.
Asupan untuk beberapa makanan karbohidrat haruslah di kurangi dan lebih banyak mengkonsumsi makanan yang rendah karbohidrat dan kaya akan protein. Ia pun mencoba berbagai catering diet dimana menu ini sangat cocok untuk para pelaku diet. Jadi Thalita pun tidak usah repot – repot di dalam mengatur menu diet  yang akan disantapnya. Ia hanya tinggal memesan menu makanan sesuai dengan menu diet yang ia tentukan. Cara ini tentu saja sangat efektif dan tidak merepotkan.
Selain mengurangi makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi,seperti nasi, Thalita Latief juga rutin untuk melakukan olah raga 2 kali seminggu. Olah raga membuat badannya semakin bugar dan tetap fit saat melakukan aktifitas sebagai artis dan presenter. Olah raga juga dapat cepat membakar lemak dalam tubuh, apalagi diimbangi dengan konsumsi makanan sesuai dengan menu diet yang telah ditentukan.
Makanan dengan kandungan kalori tinggi juga ia kurangi agar pembakaran lemak di dalam tubuhnya semakin cepat dan otomatis berat badannya akan cepat turun.
Ia mengaku jika diet yang telah ia lakukan tidak terlalu ketat dan menyiksa. Ia beranggapan jika menurunkan berat badan sebaiknya jangan merasa tertekan dengan pola makan yang ada. Lakukan saja dengan enjoy sehingga tetap dapat melakukan diet tanpa rasa terpaksa dan tersiksa.
Nah kesimpulan dari tips menurunkan berat badan ala Thalita Latief adalah sebagai berikut:
  1. Tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, termasuk nasi.
  2. Memilih makanan lain selain nasi, misalnya roti gandum, kentang rebus dan lain lain
  3. Mengkonsumsi makanan yang kaya protein dan rendah karbohidrat, misal telur rebus.
  4. Menghindari makanan atau minuman yang mengandung kalori tinggi, seperti minuman kemasan, gula dll.
  5. Melakukan olah raga rutin paling tidak seminggu 2 kali.

Makanan Terbaik untuk Dikonsumsi Sebelum dan Setelah Olahraga



Olahraga akan memberi manfaat lebih maksimal pada tubuh jika ditunjang oleh asupan nutrisi. Namun untuk beberapa tipe olahraga, terkadang aturan nutrisi yang digunakan berbeda dengan aturan pola makan sehat sehari-hari. Hal tersebut disampaikan oleh Barbara Lewin, ahli gizi olahraga. Tidak perlu khawatir, berikut panduan dari para ahli tentang apa konsumsi terbaik yang diperlukan sebelum dan sesudah dalam berbagai jenis olahraga.

Makanan sebelum dan setelah olahraga kardio

Jika Anda terbiasa untuk berolahraga kardio rutin seperti aerobik, hiking, bersepeda, lari,  treadmill dan yang sejenisnya,  Anda harus memperhatikan rumusan seperti berikut:
Sebelum olahraga:
Pilih makanan yang rendah gula dan lemak, protein secukupnya, dan kaya karbohidrat, seperti smoothies kacang almond, pisang, dan buah-buahan lainnya. Konsumsi hal-hal tersebut 60 sampai 90 menit sebelum Anda memulai olahraga. Menurut Lewin, tubuh kita harus diberi waktu untuk mencerna dan menyiapkan otot-otot agar siap bekerja. Hindari berolahraga dengan posisi perut yang penuh karena baru selesai makan.
Setelah olahraga:
Setelah berolahraga, 20 sampai dengan 30 menit pertama merupakan sebuah fase waktu “metabolic window” yaitu saat otot-otot Anda dalam kondisi paling efisien dalam menyerap nutrisi. Prioritaskan mengonsumsi karbohidrat dan protein. Seorang ahli gizi dari New York City, Leah Kaufman, menyarankan bahwa makanan ringan dapat membantu pemulihan otot dan menghilangkan rasa sakit setelah berolahraga. Untuk memulihkan energi, ada beberapa opsi untuk Anda yaitu susu cokelat, air kelapa, dan minuman yang mengandung protein dan elektrolit.

Makanan sebelum dan setelah latihan beban

Untuk Anda yang terbiasa berolahraga dengan berlatih angkat beban dan membentuk otot, makanan dengan karbohidrat dan protein yang seimbang wajib Anda konsumsi satu sampai dua jam sebelum memulai. Karbohidrat meningkatkan ketahanan tubuh dan mencegah kerusakan otot selagi latihan berlangsung. Sementara itu, protein berguna untuk membantu pertumbuhan otot, ujar ahli gizi asal Atalanta Marie Spano.
Sebelum olahraga:
Jaga cairan dalam tubuh dengan terus minum selama satu jam sebelum memulai olahraga. “Karbohidrat dalam minuman akan memberi energi ekstra untuk Anda,” ujar Spano. Carilah beragam minuman yang mengandung karbohidrat, protein, atau elektrolit.
Setelah olahraga:
Protein kembali dibutuhkan setelah Anda usai berolahraga mengangkat beban. “Otot-otot kita akan mengalami stres, dan yang dapat menyembuhkannya adalah asam amino protein,” ujar Kaufman. Jika Anda mau, hitunglah bahwa dalam fase ini Anda membutuhkan 25 gram protein.

Makanan sebelum dan setelah persiapan Lomba

Kini, lari semakin digandrungi. Entah itu 5K, 10K, atau bahkan maraton. Lalu, makanan dan minuman apa yang harus Anda persiapkan dalam menghadapi situasi tersebut? Dan bagaimana agar energi Anda tetap terjaga dan perut Anda tetap merasa nyaman?
Sebelum olahraga:
Untuk persiapan dalam perlombaan lari, Leunger menyarankan agar Anda mengonsumsi sajian yang rendah lemak dan serat, namun memiliki kadar karbohidrat yang tinggi. Beragam pasta bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun aturlah porsinya sehingga tidak terjadi penumpukan karbohidrat dalam perut Anda. Mulailah pagi Anda dengan menu sarapan dengan karbohidrat ringan, seperti almond, pisang, atau tambahkan mentega pada menu sarapan Anda.
Jangan khawatir jika Anda tidak sempat makan sebelum perlombaan. Selagi berlari dalam jarak yang jauh, minumlah 100 sampai 170 mililiter air setiap 20 menit, atau Anda bisa juga ganti dengan asupan 30 sampai 90 gram karbohidrat setiap satu jam.
Setelah olahraga:
Aturan dasarnya, minumlah setengah liter air mineral untuk mengganti setiap 400 gram turunnya berat badan Anda (Anda dapat menimbang berat badan sebelum dan sesudah olahraga). Keesokan harinya, minumlah 120 mililiter jus ceri dua kali sehari untuk memulihkan daya tahan tubuh dan otot Anda. Penelitian menegaskan bahwa pola minum jus ceri tersebut dapat mengembalikan fungsi otot Anda menjadi setidaknya 90 persen.

6 Gerakan Olahraga untuk Memperbaiki Tubuh Bungkuk

Kifosis adalah sebuah kondisi di mana tulang belakang yang melengkung ke depan melebihi batas normal sehingga seseorang yang mengalaminya ...